Bismillah ^_^
masih ingat dengan foto ini? jelas masih ingat donk. tulisan ini aku buat saat berada di pantai tepatnya di Pekalongan bersama Umm Nasywa dan anak beliau namanya Zahra :) . Masa itu aku liburan ke pekalongan ketika Ujian Akhir Semester telah selesai :)
Secara silsilah sih sebenarnya salah tulisan itu, yang paling akhir harusnya Khonsa :D, namanya juga 'penyamaran' jadinya begitu lah,,,
Bisa dibilang saat ini aku telah menjauh dari mereka, bukan hanya mereka bahkan seluruh ikhwah :)
sebab, aku teringat nasihat abi waktu itu. kira2 begini nasihatnya "untuk apa kita banyak di kenal oleh ikhwah2 tapi diri kita tak ada guna untuk mereka, lebih baik kita hanya mengenal 1hingga 3 ikhwah saja tapi kita bisa berguna untuk semua ikhwah. Boleh lah sesekali contact dengan mereka". Rasa hati ku langsung tertusuk. Serasa terbangun dari mimpi buruk ku. Dan serasa di tampar oleh tamparan yang begitu kencang :'(
Sedang saat ini aku belum bisa lakukan apapun untuk ikhwah2, Matlub, Masjun dan Para Keluarga Mujahidin..
Sedangkan aku merasa nama ku begitu terdengar dimana2, bagaikan petasan dar der dor meledak di seluruh pejuru namaku itu ada, membabi buta dimana-mana. tapi...... aku ini tak pernah lakukan apapun untuk mereka.....
Sedih, Sakiitt....
Hanya hati yang mampu bicara akan hal ini :'(
Aku sadari sejak awal aku memasuki dunia perkuliahan, jurusan yang saat ini aku sedang jalani itu adalah hal amat berharga.. but, look now, Semester lalu nilai ku turun :( lalu apa yang bisa aku lakukan????
Sedih sedih rasanya...
Kini aku menyadari, mungkin aku harus pergi dulu untuk saat ini. Aku harus jalan kan semua dunia Perkuliahan ku dengan fokus. Dan segera menyelesaikan ini..
Kini aku harus meningkalkan semuanya. Mula dari kak Fathin (orang bilang dia itu kakak kandungku :D), lalu mba Lila, kemudian Rahma, lalu ada Mba Anis, Umm Nasywaa, My Twins alias Sherin Aulia, lalu ada Teh Nisya, ada Kak Khaulah. O ya ada lagi, akhwat yang satu ini akhwat yang paling dekat dengan ummi ku, her name is Dzarwatu Sanam :) dan satu lagi si miss purple namanya Aini Shofi..
Serasa semuanya terhempas begitu saja. Bagai ombak yang membawa pergi pasir pantai, Bagai angin yang bertiup begitu kencang..
Kamis, 06 September 2012
Sabtu, 01 September 2012
Yup, saya orang yang sensitif
sejujurnya saya memang seorang yang sensitif, lebih-lebih lagi apabila itu melibatkan sebuah ikatan. contohnya ikatan keluarga dan persahabatan.
Sebagai seorang yang masih bergelar mahasiswi, kebanyakan masa saya dihabiskan bersama kawan. Alhamdulillah, saya dikurniakan sahabat-sahabat yang baik, yang sentiasa menyokong perjuangan saya terutamanya penghijrahan saya. Mungkin itulah yang dikatakan "Apabila kita menjaga hubungan kita dengan Allah, Allah pasti menjaga hubungan kita dengan manusia sekeliling kita".
Nah ada satu hal lagi, terkadang saya berfikir apabila saya ditimpa masalah, baik dengan sahabat atau masalah lain yang timbul, yang pertama kali muncul di kepala saya ialah " ini terjadi karena kesalahan saya dimasa lampau" yupp mungkin saja. Sebab hukum alam akan tetap beraku, jika kesalahan saya itu tidak di balas di dunia mungkin di akhirat nanti. setiap masalah itu mengajarkan saya untuk bersabar dan dalam kesabaran itulah letaknya penghapus dosa.
Sebagai seorang yang masih bergelar mahasiswi, kebanyakan masa saya dihabiskan bersama kawan. Alhamdulillah, saya dikurniakan sahabat-sahabat yang baik, yang sentiasa menyokong perjuangan saya terutamanya penghijrahan saya. Mungkin itulah yang dikatakan "Apabila kita menjaga hubungan kita dengan Allah, Allah pasti menjaga hubungan kita dengan manusia sekeliling kita".
Tetapi begitulah sebuah ikatan, ada kalanya ia tersimpul rapi, ada kalanya ia seakan terurai. Setiap kali wujudnya permasalahan yang melibatkan sahabat-sahabat, saya coba untuk berfikiran positif. Walaupun jauh di sudut hati, ada rasa terkilan dengan ikatan ini.
Masih terngiang-ngiang di telinga saya, "kita tak boleh cepat sensitif sebab kita seolah-olah tidak ridha dengan ujian Allah". Sejak dari itulah saya coba untuk tidak cepat sensitif dan sentiasa berfikiran positif.
Nah ada satu hal lagi, terkadang saya berfikir apabila saya ditimpa masalah, baik dengan sahabat atau masalah lain yang timbul, yang pertama kali muncul di kepala saya ialah " ini terjadi karena kesalahan saya dimasa lampau" yupp mungkin saja. Sebab hukum alam akan tetap beraku, jika kesalahan saya itu tidak di balas di dunia mungkin di akhirat nanti. setiap masalah itu mengajarkan saya untuk bersabar dan dalam kesabaran itulah letaknya penghapus dosa.
brothers and sisters, sejujurnya saya coba untuk berfikiran positif dengan setiap permasalahan yang melanda kita. setiap yang terjadi ada hikmah yang tersembunyi. Sungguh, berfikiran positif terhadap Allah. "sungguh, Allah tidak membebani kamu melainkan sesuai dengan kesanggupan kamu". Apabila kita diuji, itu tanda Allah masih ingatkan kita, masih sayangkan kita dan kerana itu, bersyukurlah sebab kita masih di ingataNya.
Syawal 1433 H
udah lama je gak posting lagi di blog :D kali ini banyak yang ingin di kongsi hehe..
siapa sih yangtak tahu bulan Syawal, biasa menyebutnya Hari Raya Idul Fitri atau lebih sering di sebut lebaran. Dan biasanya nih kalo di Indonesia itu identik banget sama yang namanya baju baru, sepatu baru, yaaa pokoknya serba baru deh...
Setiap idul fitri saya dan keluarga selalu rayakan itu di Jakarta..
yupp,, disana kemi kumpul bersama nyai, ncang, ncing, mamang, abeh, ibu, bapak, nyak, babeh *maklum betawi tulen* hehe.. ya ramai lah pokoknya, semuanya kumpul dirumah nyai...
saking banyaknya keluarga dari ayah ku itu diriku sampe gak sadar ternyata aku udah dipanggil nya (nenek).... emag aku setua itu kahh? -___-" huh!
biasanya kami selalu dapat angpao kalo lagi idul fitri,, but sekarang saya dah besar je jadi malu la jia minta itu pada abang2 ku disana :D
lepas sholat ied biasanya kami semua sungkem deh sama keluarga, lepas itu jika ada tamu datang ya kami sambut mereka dengan hati gembira..
ada makanan yang tak pernah lupa ketika hari raya itu,, ada peyek, opak, rengginng, cerorot, sama sagon :D itu makanan khas disana....
siapa sih yangtak tahu bulan Syawal, biasa menyebutnya Hari Raya Idul Fitri atau lebih sering di sebut lebaran. Dan biasanya nih kalo di Indonesia itu identik banget sama yang namanya baju baru, sepatu baru, yaaa pokoknya serba baru deh...
Setiap idul fitri saya dan keluarga selalu rayakan itu di Jakarta..
yupp,, disana kemi kumpul bersama nyai, ncang, ncing, mamang, abeh, ibu, bapak, nyak, babeh *maklum betawi tulen* hehe.. ya ramai lah pokoknya, semuanya kumpul dirumah nyai...
saking banyaknya keluarga dari ayah ku itu diriku sampe gak sadar ternyata aku udah dipanggil nya (nenek).... emag aku setua itu kahh? -___-" huh!
biasanya kami selalu dapat angpao kalo lagi idul fitri,, but sekarang saya dah besar je jadi malu la jia minta itu pada abang2 ku disana :D
lepas sholat ied biasanya kami semua sungkem deh sama keluarga, lepas itu jika ada tamu datang ya kami sambut mereka dengan hati gembira..
ada makanan yang tak pernah lupa ketika hari raya itu,, ada peyek, opak, rengginng, cerorot, sama sagon :D itu makanan khas disana....
Penat
Barang semenit saja lah,
Ada sesuatu di dalam hati ini,
Satu rasa,
Yang Allah ingin ajarkan padaku mungkin??
Aku, ya cuma aku.
Cuma seorang hamba yang meminjam kekuatan dari Khaliqnya.
Menangis bukan tandanya lemah bukan?
Cuma, bimbang yang nanti aku rasa tak mampu berhenti.
Kuatkan aku ya Tuhan?
:')
Bila kita menangis karena Allah, itu indah kan..
Walau mata jadi bengkak, kepala pusing, penat, meneteskan air mata.
Tapi, karena cinta yang Hakiki hanya padaNya semua akan terasa manis :')
Entah,, hati ini sering berbuat dosa.
Jadi ingin menghirup oksigen semaksimal mungkin.
Tapi itu tak mudah..
:)
Selasa, 10 Juli 2012
HUKUM BERBUKA SHOUM BAGI WANITA HAMIL,MENYUSUI DAN KAFAROHNYA
Dalam kajian ilmiyah masalah hukum berbuka
shoum bagi wanita hamil, menyusui dan kafarohnya ini. Marilah kita mencoba
melirik dan menengok para salafus sholih dalam memutuskan hukum di atas, kita
kaji materi ini sesuai dengan kaidah salafus sholih (ahlus sunnah wal jama’ah)
dalam membahasnya dan kita merujuk kepada keputusan yang telah mereka putuskan,
karena mereka adalah ahlul wasath, mu’tadil (proporsional) dalam bersikap dan
menentukan hukum, tidak ifrod (berlebih-lebihan) dan juga tidak tafrid (loyo),
sehingga kita dapat terbebas dari pemikiran ghullatut thowaif (klompok-klompok
yang berlebih-lebihan), seperti Rofidhoh, Khowarij, Mu’tazilah dan Murjiah
serta thoifah-thoifah sesat lainnya.
Dalam kajian ini, kita ingin kembalikan masalah ini kepada
Al Qur’an dan As Sunnah atas dasar pemahaman salafus sholih, sehingga keputusan
yang kita ambil tidak kelihatan kaku dan atau terlalu memudahkan masalah. Maka
untuk melihat masalah tersebut dengan jelas dan proporsional akan kami hadirkan
pendapat para ulama imam madzhab.Pendahuluan :
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian shoum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya shoum) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak shoum) membayar fidyah, (yaitu) : Memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan shoum lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui”. (QS. Al Baqoroh : 183-184).
Adapun tafsir ayat (Artinya : “.....Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya, (jika mereka tidak shoum) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin ..... ”). Hadits dikelurkan dari Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhum, beliau berkata tentang ayat ini : “Barangsiapa yang tidak mampu shoum kecuali dengan kesungguhan (susah payah), maka baginya boleh berbuka dan memberi makan satu orang setiap hari, dan perempuan hamil, menyusui serta orang tua yang lanjut usia (tua renta) dan orang-orang yang sakit terus menerus”. (Tafsir Addurrul Mantsur Fittafsiril Ma’tsur : 1/433. Oleh Imam Abdurrohman Jalaluddien Assyuyuti).
HUKUM BAGI WANITA HAMIL , MENYUSUI DAN KAFAROHNYA
Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat :
1. Pendapat madzhab Maliki (Al Malikiyyah) :
Boleh tidak shoum (berbuka) bagi wanita yang hamil dan wanita yang menyusui manakala ia takut jika dengan shoum ia dan anaknya atau ia saja atau anaknya saja menjadi sakit atau tambah sakit atau timbul kerusakan dan mara bahaya.
a) Bagi wanita yang hamil ia harus mengqodho (mengganti shoum yang ditinggalkan) tanpa fidyah
b) Bagi yang menyusui ia harus mengqodho’ dan fidyah
2. Pendapat madzhab Hanafi (Al Hanafiyyah)
Boleh berbuka bagi wanita hamil dan yang menyusui jika shoumnya dirasa dapat membahayakan dirinya dan anaknya, atau atas ia saja dan atau anaknya saja.
Ia (wanita hamil dan yang menyusui) wajib mengqodlo’ tanpa fidyah
3. Pendapat madzhab Hambali (Al Hanabilah)
Boleh berbuka bagi wanita hamil dan yang menyusui jika ia takut terjadi mara bahaya bagi dirinya dan anaknya atau bagi dirinya saja.
a) Ia wajib mengqodlo’ jika takut terjadi mara bahaya baginya dan anaknya atau bagi dirinya sendiri
b) Ia wajib mengqodlo’ dan fidyah jika ia takut terjadi mara bahaya atas anaknya saja
4. Pendapat madzhab Syafi’I (As Syafi’iyyah)
Boleh berbuka bagi wanita hamil dan yang menyusui jika ia takut timbul mara bahaya bagi dirinya dan anaknya, atau dirinya sendiri atau anaknya saja
a) Ia wajib mengqodlo’ jika ia takut timbul mara bahaya yang timbul bagi dirinya sendiri
b) Ia wajib menqodlo’ dan fidyah jika ia takut timbul mara bahaya yang bagi anaknya saja. (Dalam kitabul Fiqhi ‘Alal Madzahibil Arba’ah : 1/520-521. Oleh Syaikh Abdurrohman Al Jaziri. Disebutkan juga dalam kitab Manarus Sabil Fie Syarhiddalil : 1/287-288. Oleh Assyaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salam bin Dlowiyyan. Disebutkan juga dala kitab Syarhus Sunnah. Imam Baghowi : 1/315-316. Disebutkan juga dalam kitab Al Mughni Ibnu Qudamah : 3/139).
FATWA-FATWA ULAMA MU’ASHIRIN (MASA KINI)
Untuk melengkapi hujjah yang ada, maka disini saya tampilkan beberapa fatwa ulama untuk memperkuat pembahasan diatas :
1. Soal :
Saya seorang wanita yang lagi hamil di bulan romadhon, kemudian saya berbuka dan saya shoum sebulan penuh untuk mengganti shoum romadhon (pada bulan yagn lain) dan saya juga bershodaqoh. Kemudian saya hamil lagi yang kedua kalinya pada bulan romadhon juga, lalu saya berbuka dan saya shoum dari hari ke hari (tidak urut tiap hari) selama dua bulan dan saya tidak bershodaqoh. Apakah dalam masalah ini saya harus bershodaqoh ?
Jawab :
Jika seorang yang hamil takut pada dirinya atau janinnya jika ia shoum maka ia boleh berbuka dan ia wajib mengqodlo’ saja. Keadaan dia pada saat itu seperti keadaan seorang yang sakit yang tidak kuat shoum, atau ia takut atas dirinya sendiri. Allah Ta’ala berfirman :
(Artinya : “..... Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan maka (wajiblah baginya shoum) sebanyak hari yang ditinggalkan itu .....”).
2. Soal :
Seorang wanita yang hamil dan yang menyusui apabila ia takut atas dirinya atau anaknya di bulan romadhon, lalu ia berbuka, maka apa (hukum) atas keduanya. Apakah ia boleh berbuka dan ia harus memberi makan dan mengqodlo’ atau ia boleh berbuka dan mengqhodlo’ tanpa memberi makan, atau ia boleh berbuka dan memberi makan tapi tidak mengqodlo’ ? Mana yang paling benar diantara ketiganya ?
Jawab :
Jika seorang yang hamil itu takut atas dirinya atau janinnya dari shoum romadhon (maka ia boleh) berbuka dan hanya menqodlo’. Keadaan ia pada saat itu seperti keadan orang yang sakit yang tidak kuat shoum atau takut timbul mara bahaya atas janinnya. Allah Ta’ala berfirman :
(Artinya : “..... Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan maka (wajiblah baginya shoum) sebanyak hari yang ditinggalkan itu .....”).
Begitu juga orang yang menyusui, apabila ia takut atas dirinya jika ia menyusia anaknya di bulan romadhon, atau takut atas anaknya jika ia shoum di bulan romadhon dan tidak menyusuinya maka boleh berbuka dan ia hanya mengqodlo’ (tidak fidyah). (Dalam kitab Fatawa Allajnah Addaimah Lilbuhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’. Dikumpulkan oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrozaq Adduwaisy. Para Mufti tersebut : Syaikh Abdullah Ghodyan. Syaikh Abdurrozaq ‘Afifi. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz).
UKURAN FIDYAH
Fidyah adalah memberi makan seorang miskin setiap hari dari hari-hari qodlo’, (ukurannya) sesuai makanan yang diberikan pada kafaroh orang miskin. (Dalam Kitabul Fiqhi ‘Alal Madzahibil Arba’ah : 1/521)
Dalam ukuran fidyah ini ulama berbeda pendapat :
1. Pendapat imam Malik dan Syafi’I :
Ukuran fidyah itu satu mud dengan mudnya nabi Shollallaahu ‘alaihi wasallam, diberikan setiap hari pada hari ia berbuka (tidak shoum)
2. Pendapat Abu Hanifah :
Memberi makan setiap hari satu sho’ kurma atau setengah sho’ gandum. (Dalam kitab Tafsir Al Jami’ Liahkamil Qur’an : 2/ 289. Oleh Abi Abdillah Muhammad Al Anshori Al Qurtubi).
Alhamdulillah. Demikianlah sekilas kajian ilmiyah tentang hukum wanita hamil dan yang menyusui. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin pada umumnya dan khususnya bagi kaum muslimat. Saya yakin dalam kajian ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan saya dan sedikitnya buku yang saya telaah. Jika ada kesalahan itu datangnya dari saya dan dari syetan, dan jika ada kebenaran itu datangnya dari Allah yang harus kita ikuti. Wallahu a’lam bisshowab.
Atas perhatian, saran dan kritiknya saya ucapkan Jazakumullah khoiron.
Referensi :
1. Al Qur’an dan Terjemahnya
2. Tafsir addurrul Mantsur Fittafsiril Ma’tsur
3. Tafsir Al Jami’ Liahkamil Qur’an
4. Kitabul Fiqhi ‘Alal Madzahibil Arba’ah
5. Manarus Sabil Fie Syarhiddalil
6. Al Mughni Ibnu Qudamah
7. Syarhus Sunnah Imam Baghowi
Minggu, 24 Juni 2012
#untitled :'(
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya.
Guru: Siapa yang jadikan mata kita?
Mereka menjawab : Allah
Lalu sang guru katakan : Lalu apakah yang telah kita perbuat dengan dua buah mata ini ? Adakah sebagai alat untuk melihat perkara yang baik atau justru perkara yang jahat ?
Mereka : (terdiam)
Sang guru menambahkan lagi : Apa yang akan terjadi jika sekiranya penglihatan ini diambil oleh-Nya? Selama ini Allah memberi nikmat mata untuk melihat pemandangan yang cantik dan indah. Alam ini dilimpahi dengan berbagai warna yang menarik hati serta berbagai hidupan yang menghiasinya.
Suatu hari nanti... jika kita bangun. Alam ini terasa gelap dan pekat. Rupa-rupanya sudah hilang nikmat penglihatan yang diberikan. Sedangkan selama ini kita tidak bersyukur dengan pemberian-Nya. Adakah selepas ini baru hendak menyesal?
sang Guru pun berkata lagi: Coba kalian rasa lidah dengan menggunakan jari.
Mereka : (memegang lidah masing-masing)
Sang Guru berkata : Jika Semuanya Milik Allah.. Apakah Sebenarnya Yang Aku Ada ?
Mereka kata : Ya Ustaz.. benar (masing-masing menganggukkan kepala).
Sang Guru berkata : Tetapi mengapa kita gunakan lidah untuk berkata kasar, memaki dan berkata bohong? Bukankah dengan lidah ini kamu pernah menghina guru-guru yang mengajarkanmu? Bukankah dengan lidah ini kamu telah membentak dan menjawab kata-kata ibu dan ayahmu serta berkali-kali membohongi mereka berdua?
Bukankah sudah diperingatkan oleh Rasulullah s.a.w. agar menjaga lidah ? Bukankah kita perlu menjaga apa yang ada di antara 2 rongga mulut manusia iaitu lidah ? Dengan lidah ini juga boleh menyebabkan kita dicampakkan ke dalam neraka?
Mereka : (tertunduk dan perlahan-lahan mengalirkan air mata)
Coba lihat dua tangan yang Allah beri, dan lihat baik-baik alangkah cantiknya kurniaan Allah. Dia memberi tangan agar kita dapat merasa, memegang, menyentuh dan sebagainya.
Mereka : (melihat tangan masing-masing, diperhati telapak tangan sambik berfikir)
Sang guru berkata : Adakah kita sudah menggunakan tangan dengan betul? Bukankah ada tangan-tangan yang merosakkan meja sekolah? Memukul kawan? Menulis surat cinta? Mencuri ?
Mereka : Benar ustaz... ya Allah... ampunkanlah dosa kami....
Sang Guru : Allah memberi sepuluh jari tangan, sepuluh jari kaki dalam keadaan yang sempurna. Sudahkah kita menadahkan tangan meminta keampunan kepada-Nya? Menyatakan syukur terhadap-Nya atas segala nikmat yang tidak mampu ditulis hatta kering 7 lautan?
Jumat, 22 Juni 2012
Luka ini masih Berdarah
aku masih berdiri di sini
teguh merencana perjuangan diri
peluh dan darah menjadi saksi
perjuangan ini yang tiada henti
aku masih lagi di sini
menggenggam azzam penuh jitu
bumi ini akan suatu hari nanti bersatu
kembali bebas
merah
sungai ini masih merah
bermandikan darah syuhada'
angkanya kian menimbun
setinggi semangatku
sudah bertahun aku bersulam duka
hari-hariku tidak terduga
luka semalam masih berdarah
namun hari ini aku terus melangkah
pagi ini aku teguh berdiri
menadah tangan pada Ilahi
harapan ini takkan pernah luntur
satu hari nanti Israel akan hancur
aku di sini akan terus menapak
hari esok ada janji baru
andainya bukan esok yang dijanji
pasti satu hari nanti dunia derita ini akan terhenti
abang
kakak
aku di sini masih menantimu
sadarlah aku menunggumu
usah kau bersenang mencari dunia
sedangkan adikmu ini bertarung nyawa dan jiwa
aku akan terus menunggu
syabab terbilang bakal amirul mukminin
mungkin jua akulah syabab yang dicari
tapi aku akan tetap menantimu
hari esok tak siapa yang tahu
bukan kau, bukan juga aku
namun andai esok kau masih dibelenggu
luka di benakku ini akan terus berdarah
Langganan:
Postingan (Atom)
