lama rasanya tak kunjung disini. lama tidak menengok blog lagi.. ^^
sebelumnya Assalamu'alaikum warahmatulahi wabarakatuh ^^
In the name of Allah Most Gracious and Most Merciful....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dajjal akan muncul dengan membawa dua fitnah besar; fitnah yang berupa sebuah paham dan sistem dan fitnah Dajjal dalam bentuk sosoknya yang benar-benar akan muncul di akhir zaman dengan membawa fitnah bagi seluruh manusia. Adapun Dajjal sebagai sebuah sistem (simbol) berpulang pada tiga fitnah besar; materialisme, atheisme dan zionisme lengkap beserta turunan sistem hukum buatan mereka. Ketiganya merupakan fitnah yang hampir seluruh umat manusia terkena fitnah ini. Sedangkan Dajjal sebagai sebuah person merupakan fitnah yang selama ini kita kenal sebagai fitnah Dajjal yang sesungguhnya; di mana pada akhir zaman nanti sosok manusia jahat ini akan keluar untuk meneror kaum muslimin dan mengklaim ketuhanan dirinya.
Fitnah atheisme mengajarkan akan kenihilan tuhan dan zat yang menciptakan, sehingga manusia tidak meyakini adanya Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta. Fitnah materialisme mengajarkan bahwa semua yang ada di dunia karena keberadaan materi. Sesuatu yang tidak nampak (ghaib) adalah kosong, dan nilai maupun norma sesuatu hanya bisa diukur dengan materi atau wujud yang nampak.
Paham materialisme juga akan menggiring manusia untuk meyakini tidak adanya hari akhir, alam barzah, surga dan neraka. Pada gilirannya manusia hanya akan menerima konsep surga dan neraka sesuai dengan apa yang kelak akan dibawa oleh Dajjal, yaitu sungai dan air yang berada di tangan Dajjal. Saat Dajjal menawarkan air dan api di hadapan manusia, mereka akan meyakini bahwa itulah hakikat neraka dan surga yang sesungguhnya. Jaman ini yang ma'ruf dikata munkar, dan yang munkar dikata ma'ruf. Dan konsep "Amar ma'ruf nahi munkar terbalik.
Sedangkan fitnah zionisme akan mengambil peran untuk menggiring seluruh manusia akan kebenaran ajaran Dajjal, meyakini bahwa Dajjal adalah tuhan dan pemimpin mereka di akhir zaman. Fitnah zionisme dengan dominasi peradabannya didunia saat ini mengajarkan agar manusia membenarkan apapun yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi zionis dan memberikan dukungan kepada mereka. Pada akhirnya, fitnah inilah yang menjadi puncak terdahsyat di muka bumi sebelum kemunculan Dajjal yang sesungguhnya. Ajaran zionis yang dibungkus dalam baju theologi global dan theosofi akan menggiring opini dunia tentang satu-satunya Tuhan dari semua agama alias pluralisme yang semakin dipropagandakan tetapi semuanya sama; INI lagu lama yang mengarahkan kepada konsep : Tuhan semua agama sama, itulah Dajjal yang akan muncul di akhir zaman.
Dajjal yang dimaksud oleh Rasulullah saw dalam banyak riwayat dipastikan menunjukkan kepada person tertentu. Sedang fitnah Dajjal adalah satu kondisi atau keadaan tertentu atau beragam bentuk fitnah yang menyelisihi kebenaran. Bahkan bisa disimpulkan bahwa semua yang menyelisihi kebenaran adalah bagian dari fitnah Dajjal.
Segenap dimensi kehidupan modern dewasa ini adalah dalam rangka mewujudkan the New World Order (Tatanan Dunia Baru). Sebuah sistem yang tidak berlandaskan nilai-nilai keimanan bahkan dipengaruhi sangat oleh nilai-nilai kekufuran, nilai-nilai Dajjal. ”We are living in a Godless Civilization,” demikian ungkap Imron Hosein, mantan Imam Masjid PBB New York. Bahkan Ahmad Thompson, seorang penulis Muslim berkebangsaan Inggris jelas-jelas menyatakan bahwa dunia modern semenjak hampir satu abad yang lalu (sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah terakhir) membentuk diriya menjadi sebuah Sistem Dajjal. Suatu sistem sarat Dajjalic Values dimana jika oknum Dajjal muncul pada masa sekarang ini, maka ia akan segera dinobatkan menjadi pimpinan Sistem Dajjal yang telah tersedia. Dan inilah yang paling dikhawatirkan oleh baginda Nabi kita Muhammad SAW dalam sebuah hadist :
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ (أحمد)
Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: ”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tiada seseorang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal.” (HR Ahmad V/389)
Dan pemimpin kita baginda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mensinyalir bahwa tidak ada fitnah yang lebih dahsyat semenjak Allah ciptakan manusia pertama hingga datangnya hari Kiamat selain fitnah Dajjal.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَهْبَطَ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ مُنْذُ خَلَقَ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةً أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ (الطبراني)
“Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.” (HR Thabrani 1672)
اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ
عَذَابِ جَهَنَّمَ
وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ
الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim 924)
Senin, 02 Januari 2012
Rabu, 21 Desember 2011
Untukmu...
Bersabarlah wahai tawanan, karena engkau ...
adalah matahari yang diperlukan oleh bunga
Tetap maju meskipun terbelenggu ...
dan jadi pelopor meski terhalang batu
Engkaulah pemberontak dan kau ...
seperti api menyala di era perbudakan
Engkaulah pemberani yang memimpin elang...
dalam penjara para pengkhianat
Aku tahu kau lelah ...
tapi kau adalah singa pemberani
Aku tahu kau letih ...
tapi kau adalah harapan yang besar
Aku tahu kau sedang lemah...
tapi kau adalah bulan yang bercahaya
Aku tahu kau sangat yakin ...
bahwa kemenangan adalah bagi orang yang sabar
Kami dikelilingi oleh hal yang kecil...
dan engkau menghadapi yang besar
Maka bergembiralah dengan penjaramu dan...
peganglah pedang penghancur untuk orang kafir
Engkau memperlihatkan tekad kuat sementara ...
orang-orang yang hina tidur dalam angan-angan
Waktu berhenti di depan penjaramu ...
merasa takjub dengan darah yang telah terkorban
adalah matahari yang diperlukan oleh bunga
Tetap maju meskipun terbelenggu ...
dan jadi pelopor meski terhalang batu
Engkaulah pemberontak dan kau ...
seperti api menyala di era perbudakan
Engkaulah pemberani yang memimpin elang...
dalam penjara para pengkhianat
Aku tahu kau lelah ...
tapi kau adalah singa pemberani
Aku tahu kau letih ...
tapi kau adalah harapan yang besar
Aku tahu kau sedang lemah...
tapi kau adalah bulan yang bercahaya
Aku tahu kau sangat yakin ...
bahwa kemenangan adalah bagi orang yang sabar
Kami dikelilingi oleh hal yang kecil...
dan engkau menghadapi yang besar
Maka bergembiralah dengan penjaramu dan...
peganglah pedang penghancur untuk orang kafir
Engkau memperlihatkan tekad kuat sementara ...
orang-orang yang hina tidur dalam angan-angan
Waktu berhenti di depan penjaramu ...
merasa takjub dengan darah yang telah terkorban
Minggu, 11 Desember 2011
Renungan Akhir Pekan
“Nothing changes if you don’t start making a change.”
Ya. Sebuah kalimat yang kuramu dari kalam ALLAH Yang Maha Benar dan Maha Mengetahui, Maha Menguasai Hati, “…Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri…” (QS. Ar Ra’d : 11)
Saudaraku, pernahkah kita merasa dikasari, dibohongi, dijahati, orang-orang seperti tak suka kita senang.? Merasa kita teramat sial merasa tidak ada yang peduli dengan kita.? Sepi, sendiri, dan menyendiri sambil gigit jari di sudut lemari? Merasa semua sudah hilang dan pergi.? Dan tak ada satu orang pun mengulurkan jemarinya.?
Pernahkah kita merasa terus gagal, tidak pernah bisa meraih walau hanya setitik senyum keberhasilan? Seakan-akan tak ada satupun alasan bagi kita untuk bersyukur? Kitalah satu-satunya makhluk yang tidak pernah merasakan buah dari pohon sabar dan ikhtiar? Apakah hanya kita pula lah satu-satunya makhluk yang terus mengucurkan air mata kegagalan.?
Dalam hidup ini, kita tidak bisa hanya mengisinya dengan harapan tok. Tidak bisa hanya berkhayal, bermimpi dan bermimpi. Setinggi bulan dan sebesar matahari. Tapi, ketiadaan asa membuat mimpi itu menenggelamkan kita pada khayalan palsu yang memabukkan.
hidup ini tak seperti di negeri dongeng. Apa yang kita mau akan terjadi, apa yang kita pingin akan kita raih. Tidak, tidak begitu. Kita boleh bermimpi, tapi pertama pandanglah diri ini. Bercerminlah. Pantas tidaknya kita, itulah yang seharusnya memompa semangat kita untuk memperbaiki diri, melakukan perubahan hingga kita sampai pada posisi yang kita citakan.
Inget kan sama Hukum Newton III: Reaksi = (-) Aksi *mentang2 sekarang lg blajar hukum newton* :D . Besarnya reaksi akan sama besar dengan aksi, tapi arahnya berlawanan. Maksudnya begini, ingin makan apel.? Beli/tanamlah. Seenak apa rasa apel yang kita mau.? Tergantung rajinnya kita menyiraminya, atau apel apa yang kita beli. Jadi, bila kita baik, insya ALLAH kebaikan akan datang. Dan bila kita mau berubah, insya ALLAH perubahan akan terjadi. Bila kita mau semangat, tidak ada istilah “tenggelam dalam kesedihan”
Aku menyadari sesuatu, banyak manusia, termasuk dulu, aku mengharapkan kebaikan terjadi. Tapi ups, tunggu dulu, pada tempatnya kah harapan itu..? Sudahkah kita berubah, melakukan kebaikan sebelum mengharapkan hal yang sama.? Kita menginginkan pujian padahal tak sekalipun kita belajar menghargai? Mengharapkan tawa padahal tersenyum saja rasanya enggan? Mengharapkan perubahan terjadi padahal tak ada usaha untuk berubah? Pantas? Tidak kawan!
sesuatu terjadi sehingga aku memilih berubah, memilih semangat menjalani hidup. Memang tak banyak sih, tapi aku berani mengatakan aku mulai melakukan dalam mendidik diri.
Ya. Tidak ada pilihan, semangat besar lah yang harus kita punya untuk meraih impian. Semangat untuk berubah dan perubahan semangat. Tidak ada jaminan keberhasilan memang, bila kita berusaha sekuat tenaga, tapi bila kita terus bersedih dan hilang asa maka itulah jaminan kegagalan. Bila dari hati dan bara semangat pun sudah tak salah, aku hanya bisa mengutip, “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah : 6) Dan, “Sesungguhnya pertolongan ALLAH itu sangaaat dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)
Selama kita bersabar, tetap semangat, mau berkorban untuk sebuah perubahan, insya ALLAH akan datang pertolongan ALLAH. ALLAH ridho, itu sudah cukup.
Ingin perubahan? Berubahlah. Tapi saat sudah ada usaha kita, jangan heran jika Jawaban Sang Maha Cinta akan jauh dari jangkauan imajinasi kita.
If you’ve tried to change, but still nothing changed, then it wasn’t your fault anymore.
Kamis, 08 Desember 2011
Fatwa menutup wajah bagi wanita.. hmmm,,
Di masa awal Islam, hijab belum diwajibkan kepada wanita. Saat itu, wanita menampakkan wajah dan telapak tangannya pada kaum laki-laki, kemudian Allah mensyari’atlkan hijab kepada kaum kaum wanita dan mewajibkannya untuk menjaga dan memelihara wanita dari pandangan kaum laki-laki yang bukan mahram dan untuk mencegah timbulnya fitnah. Perintah ini berlaku setelah turunnya ayat hijab, yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab.
Walaupun ayat ini diturunkan mengenai para isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun maksudnya adalah mereka dan wanita lainnya karena keumuman alasan yang disebutkan itu dan cakupan maknanya. Dalam ayat lain Allah berfirman.
“Artinya : Hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan ta’atilah Allah dan RasulNya” [Al-Ahzab : 33]
Ayat ini mencakup para isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wanita lainnya, seperti halnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat lainnya.
“Artinya : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min. ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Ahzab : 59]
Selain ini, Allah pun menurunkan dua ayat lainnya dalam surat An-Nur, yaitu :
“Artinya : Katakanlah kepda laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya’. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka ….” [An-Nur : 30-31]
Yang dimaksud dengan ‘perhiasan’ di sini adalah keindahan dan daya tarik, yang mana wajah adalah yang paling utamanya. Sedangkan yang dimaksud dengan : “kecuali yang (biasa) nampak dari mereka” [An-Nur : 31] adalah pakaian. Demikian pendapat yang benar di antara dua pendapat ulama, sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang berdalih dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [An-Nur : 60]
Segi pendalilan dari ayat ini menunjukkan kewajiban berhijabnya wanita, yaitu menutup wajah dan seluruh badannya dari laki-laki yang bukan mahram : Namun Allah tidak menganggap berdosa pada wanita-wanita tua yang telah menapouse yang tidak mempunyai keinginan untuk menikah lagi, asalkan tidak bersolek dengan perhiasan.
Dengan demikain dapat disimpulkan, bahwa para wanita muda wajib berhijab, dan mereka berdosa bila meninggalkan kewajiban ini. Begitu pula para wanita tua yang berdandan (bersolek) dengan perhiasan, mereka tetap harus berhijab karena mereka itu juga fitnah. Kemudian di akhir ayat tadi Allah menyatakan, bahwa berlaku sopannya para wanita tua dengan tidak berdandan adalah lebih baik bagi mereka. Demikian ini karena lebih menjauhkan mereka dari fitnah. Telah diriwayatkan secara pasti dari Aisyah dan Asma Radhiyallahu ‘anhuma, saudarinya, yang menunjukkan wajibnya wanita menutup wajah terhadap laki-laki yang bukan mahram, walaupun sedang melaksanakan ihram, sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anhu yang disebutkan dalam Ash-Shahihain, yang menunjukkan bahwa terbukanya wajah wanita hanya pada masa awal Islam kemudian dihapus dengan turunnya ayat hijab. Dengan demikian diketahui, bahwa berhijabnya wanita adalah perkara yang sudah lama ada, sejak nasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkannya, jadi bukan dari aturan masa Turki.
Adapun mengenai ikut sertanya kaum wanita di beberapa pekerjaan pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti ; mengobati orang-orang yang terluka dan yang sakit pada saat jihad, dan sebagainya, adalah benar, tetapi dengan tetap berhijab, memelihara diri dan jauh dari faktor-faktor yang menimbulkan karaguan, sebagaimana dikatakan oleh Ummu Sulaim Radhiyallahu ‘anha, “Kami berperang bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami memberi minum orang-orang yang terluka, membawakan air dan mengobati yang sakit”. Begitulah pekerjaan mereka, tidak seperti pekerjaan kaum wanita zaman sekarang di banyak negara yang mengaku penduduknya Islam, sementara wanitanya bercampur baur dengan kaum laki-laki diberbagai bidang pekerjaan dengan berdandan dan bersolek.
Akibatnya merajalelanya kenistaan, hancurnya keluarga dan porak porandanya masyarakat. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Semoga Allah menunjuki aku serta semua saudara-saudara ku kepada ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik tempat meminta.
Ya Rabb,, semoga hamba mampu menunaikan semua ini.. aamiin,,
Ya Rabb,, semoga hamba mampu menunaikan semua ini.. aamiin,,
Kamis, 01 Desember 2011
aku rindu kalian kawan.. :'(
Kawan…
Sudah lupakah kalian akan tali persahabatan…
Tersenyum, menangis, merigis, ampe ketawa seharian…
Semua menyatu bak tasbih yang begitu erat dalam ikatan…
Tidakkah kau ingat akan perjalanan kita kala dulu…
Saat ku bersedih kau selalu hadir menemani rasahku…
Waktu ku gembira kau tak juga telat ikutan nampakkan senyummu…
Kala ku lesu kau mencoba menghiburku…
Namun…
Sekarang terasa berbeda…
Kau nampak menjauh seketika…
Seakan aku punya salah yang begitu kuatnya…
Maafkanlah aku jika semua itu terasa nyata…
Kawan…
Aku rindu saat kita bersama…
Aku kangen saat kita berbahagia…
Aku terbuai saat kita berjuang di kala menderita…
Dimana janji persahabatanmu dulu…
Yang begitu gampang kau ucapkan di bibirmu…
Terasa indah menyentuh kalbuku…
Seakan mencoba menyihirku dengan begitu syahdu…
Tapi kini kau seketika menghilang…
Laksana sang merpati yang ingin terbang…
Meskipun kutahu waktu senja semakin menjelang…
Jangan kau biarkan tali itu putus terbuang…
Hanya sekedar menyisakan sebuah ikatan gamang…
Kawan…
Aku rindu senyumanmu dulu…
Tak terluangkanlah sedikit waktu untukku…
Tuk sekedar terucap di pita suaramu…
Aku rindu sapaamu sahabatku…
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabatku...Meski sapaanmu tlah lama tak ku dengarkan...Namun riang tawamu masih saja mengalir dalam memori otakku...Sahabatku...Meski sentuhanmu tlah lama tak ku rasakan...namun, riuh lakumu masih saja terbayang dalam dimensi pikiranku...Semoga kau kan lebih bahagia di alam sana...Tak seperti kehidupan dunia yang penuh logika...
Doa sahabat dan orang terdekat selalu di sampingmu...Sahabatku...
Sudah lupakah kalian akan tali persahabatan…
Tersenyum, menangis, merigis, ampe ketawa seharian…
Semua menyatu bak tasbih yang begitu erat dalam ikatan…
Tidakkah kau ingat akan perjalanan kita kala dulu…
Saat ku bersedih kau selalu hadir menemani rasahku…
Waktu ku gembira kau tak juga telat ikutan nampakkan senyummu…
Kala ku lesu kau mencoba menghiburku…
Namun…
Sekarang terasa berbeda…
Kau nampak menjauh seketika…
Seakan aku punya salah yang begitu kuatnya…
Maafkanlah aku jika semua itu terasa nyata…
Kawan…
Aku rindu saat kita bersama…
Aku kangen saat kita berbahagia…
Aku terbuai saat kita berjuang di kala menderita…
Dimana janji persahabatanmu dulu…
Yang begitu gampang kau ucapkan di bibirmu…
Terasa indah menyentuh kalbuku…
Seakan mencoba menyihirku dengan begitu syahdu…
Tapi kini kau seketika menghilang…
Laksana sang merpati yang ingin terbang…
Meskipun kutahu waktu senja semakin menjelang…
Jangan kau biarkan tali itu putus terbuang…
Hanya sekedar menyisakan sebuah ikatan gamang…
Kawan…
Aku rindu senyumanmu dulu…
Tak terluangkanlah sedikit waktu untukku…
Tuk sekedar terucap di pita suaramu…
Aku rindu sapaamu sahabatku…
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Sahabatku...Meski sapaanmu tlah lama tak ku dengarkan...Namun riang tawamu masih saja mengalir dalam memori otakku...Sahabatku...Meski sentuhanmu tlah lama tak ku rasakan...namun, riuh lakumu masih saja terbayang dalam dimensi pikiranku...Semoga kau kan lebih bahagia di alam sana...Tak seperti kehidupan dunia yang penuh logika...
Doa sahabat dan orang terdekat selalu di sampingmu...Sahabatku...
Kamis, 24 November 2011
SAHABAT..??????????????
sahabat...
entahlah.. andai ada orang yang bertanya kepadaku..
“apa arti sahabat menurutmu..?”
aku bingung harus menjawab apa..
tapi bagaimanapun aku harus menjawab pertanyaan itu..
dan akupun akan menjawabnya..
akan ku katakan bahwa sahabat itu adalah.
orang yang selalu hadir dalam tiap kekhilafan kita..
ya...!! dia tidak akan pernah meninggalkan kita..
tidak akan meninggalkan kita ditengah rimba kekhilafan kita
ditengah lumpur perbuatan yang dilarangNya..
dia akan selalu menjaga kita..,menjaga iman kita..
sampai syaitanpun takut tuk mendekati kita..
sahabat yaitu..
seseorang yang tidak pernah melupakan kita..
dalam setiap do'a-do'a baiknya kepada sang pemilik jiwa2 setiap insan
do'anya akan terus mengiringi langkah2 kita..
do'anya akanmenerangi jalan kita..
do'anya insyaAllah kan menjadi jembatan tuk bertemu di syurga Allah..
sahabat adalah.. bintang.......
entahlah.. andai ada orang yang bertanya kepadaku..
“apa arti sahabat menurutmu..?”
aku bingung harus menjawab apa..
tapi bagaimanapun aku harus menjawab pertanyaan itu..
dan akupun akan menjawabnya..
akan ku katakan bahwa sahabat itu adalah.
orang yang selalu hadir dalam tiap kekhilafan kita..
ya...!! dia tidak akan pernah meninggalkan kita..
tidak akan meninggalkan kita ditengah rimba kekhilafan kita
ditengah lumpur perbuatan yang dilarangNya..
dia akan selalu menjaga kita..,menjaga iman kita..
sampai syaitanpun takut tuk mendekati kita..
sahabat yaitu..
seseorang yang tidak pernah melupakan kita..
dalam setiap do'a-do'a baiknya kepada sang pemilik jiwa2 setiap insan
do'anya akan terus mengiringi langkah2 kita..
do'anya akanmenerangi jalan kita..
do'anya insyaAllah kan menjadi jembatan tuk bertemu di syurga Allah..
sahabat adalah.. bintang.......
meskipun ia jauh, namun cahayanya akan kita lihat..
meskipun ia kadang menghilang
tapi akan tetap ada..
karena ia akan selalu ada dalam ingatan..
sahabat adalah..
seseorang yang dapat menjadi penyejuk hati dikala panas..
kan menjadi penyemangat dikala futur..
kan menjadi penentram dikala gundah..
sahabat adalah..
orang yang tak pernah bosan memberi nasihat
orang yang tak pernah bosan membimbing kita
dikala kita lengah terhadap aturanNya..
sahabat adalah..
orang yang mau menerima kekurangan kita..
dia tidak pernah menuntut kita..
memberi tak pernah mengharap balasan.
tapi ketahuilah sahabatku.. tak ada manusia yang sempurna didunia ini, begitupun dengan sahabat kita, iapun takkan mampu menjadi sahabat yang sebagaimana kita inginkan, jangan pernah menuntut hak kita sebagai sahabat, tapi lakukanlah yang terbaik untuk sahabat kita.sahabat kita mungkin tak selalu ada dalam duka kita, tapi berusahalah agar sahabat kita ada dalam setiap kebahagiaan kita..
meskipun ia kadang menghilang
tapi akan tetap ada..
karena ia akan selalu ada dalam ingatan..
sahabat adalah..
seseorang yang dapat menjadi penyejuk hati dikala panas..
kan menjadi penyemangat dikala futur..
kan menjadi penentram dikala gundah..
sahabat adalah..
orang yang tak pernah bosan memberi nasihat
orang yang tak pernah bosan membimbing kita
dikala kita lengah terhadap aturanNya..
sahabat adalah..
orang yang mau menerima kekurangan kita..
dia tidak pernah menuntut kita..
memberi tak pernah mengharap balasan.
tapi ketahuilah sahabatku.. tak ada manusia yang sempurna didunia ini, begitupun dengan sahabat kita, iapun takkan mampu menjadi sahabat yang sebagaimana kita inginkan, jangan pernah menuntut hak kita sebagai sahabat, tapi lakukanlah yang terbaik untuk sahabat kita.sahabat kita mungkin tak selalu ada dalam duka kita, tapi berusahalah agar sahabat kita ada dalam setiap kebahagiaan kita..
Selasa, 15 November 2011
Pake Jeans.... Ikhwan bukan yak,, ??? :D
Jeans, suatu pakaian yang simple modis dan tebal. Hehe, siapa juga ga kenal dengan namanya jeans, pasti ia sangat ndesit banget, suku aborigin aja kenal apa yang namanya jeans. Jangan tanya harga jeans, harganya melambung selangit. Sampai-sampai jeans bekas aja laris manis, coba!. Selanjutnya, menilik fenomena kostum anak-anak Kampus dan berbagai idealisme yang bercongkol di kepala-kepala masing-masing, izinkan saya untuk memberi sedikit komentar tentang fenomena kostum anak-anak kampus sekarang. Kalau tulisan yang terdahulu tentang kostum anak cewek, boleh dong sekarang tentang kostum anak cowok.Karena mau ga mau, kostum itu merupakan identitas fisik yang secara kasat mata memberikan argument dan persepsi tentang siapa diri kita.
Seorang muslim sejati tentunya bangga dengan keislamannya, Ia berkomitmen teguh untuk meneguhkan pendiriannya sebagai seorang muslim. Dan menjadikan surga the last dream, not another..!. Jadi orientasi kebahagiannya memang benar-benar surga. Sehingga aktivitas yang ga bermuara kesana adalah aktivitas yang ga perlu. Menandaskan lagi sebuah komitmen, kalau cinta itu ga begitu perlu yang penting komitmen. Mengutip kata-katanya memang benar, sebenarnya dalam komitmen itu sendiri ternyata ada cinta yang besar, kalau ada cinta belum tentu ada komitmen, tapi kalau sudah ada komitmen pasti ada cinta. So tunjukkan komitmenmu sebagai muslim sejati, yang tentunya sebuah komitmen yang berdasar dari kecintaan pada Robb. Kalau sudah bicara komitmen, apa-apa degh yang syusyah akan juga menjadi mudah. ^.^
Next again!, apa Cuma masalah komitmen, udah gak lagi!. Ada masalah yang lebih urgent lagi yaitu tasyabuh ( menyerupai ) dengan orang-orang kafir. Whats ekstrim ni yeee, bukan ekstrim koq. Padahal neeh Rosul pernah bilang "barangsiapa menyerupai keadaan suatu kaum maka kaum itu termasuk golongannya". Pengambilan tanggal dan hari untuk puasa assyuaro’ diilhami juga agar tidak menyerupai puasanya kaum Yahudi. So....??
Pada dasarnya seeh, berpakaian adalah beribadah muamalah. Landasan syar’inya, ketika gak menyimpang dalam syariah, dibolehkan. Tetapi kalau ada sunnah yang menganjurkan kenapa ga dilakukan. Slogan biar tampang funky, akhlaq tetap islami segh boleh aja, tapi tentu saja level komitmennya akan berbeda dengan slogan tampang ustadzy akhlaq juga Islami. So kenapa takut ningkatin level komitmen kita. Mantapz dagh…
^.^
FASTABIQ..!!!!!
Seorang muslim sejati tentunya bangga dengan keislamannya, Ia berkomitmen teguh untuk meneguhkan pendiriannya sebagai seorang muslim. Dan menjadikan surga the last dream, not another..!. Jadi orientasi kebahagiannya memang benar-benar surga. Sehingga aktivitas yang ga bermuara kesana adalah aktivitas yang ga perlu. Menandaskan lagi sebuah komitmen, kalau cinta itu ga begitu perlu yang penting komitmen. Mengutip kata-katanya memang benar, sebenarnya dalam komitmen itu sendiri ternyata ada cinta yang besar, kalau ada cinta belum tentu ada komitmen, tapi kalau sudah ada komitmen pasti ada cinta. So tunjukkan komitmenmu sebagai muslim sejati, yang tentunya sebuah komitmen yang berdasar dari kecintaan pada Robb. Kalau sudah bicara komitmen, apa-apa degh yang syusyah akan juga menjadi mudah. ^.^
Next again!, apa Cuma masalah komitmen, udah gak lagi!. Ada masalah yang lebih urgent lagi yaitu tasyabuh ( menyerupai ) dengan orang-orang kafir. Whats ekstrim ni yeee, bukan ekstrim koq. Padahal neeh Rosul pernah bilang "barangsiapa menyerupai keadaan suatu kaum maka kaum itu termasuk golongannya". Pengambilan tanggal dan hari untuk puasa assyuaro’ diilhami juga agar tidak menyerupai puasanya kaum Yahudi. So....??
Pada dasarnya seeh, berpakaian adalah beribadah muamalah. Landasan syar’inya, ketika gak menyimpang dalam syariah, dibolehkan. Tetapi kalau ada sunnah yang menganjurkan kenapa ga dilakukan. Slogan biar tampang funky, akhlaq tetap islami segh boleh aja, tapi tentu saja level komitmennya akan berbeda dengan slogan tampang ustadzy akhlaq juga Islami. So kenapa takut ningkatin level komitmen kita. Mantapz dagh…
^.^
FASTABIQ..!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)