Selasa, 01 Januari 2013

**Saudariku...Jadilah engkau Bidadari..**

.:♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥.♥☆♥.:
.:♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥.♥☆♥.:

Masihkah kau mau menjadi bidadari syurga Allah … ya ukhti?

Pertanyaan itu seolah semakin lama semakin menggema di ruang hati dan memenuhi seisi jiwa…

Wahai diri…Tahukah kau seperti apa sosok bidadari itu?

Di saat wanita bumi asyik dan sibuk mempercantik diri atau memperindah bentuk tubuh..

Mereka hamburkan uang demi satu kalimat yaitu “katakanlah bahwa wajahku cantik”

Sedangkan Bidadari..





Lebih menyibukkan mempercantik iman dalam hati…dan memperindah akhlak layaknya muslimah sejati..

Di saat wanita bumi sibuk mencari cela dan saling membicarakannya…

Bidadari akan lebih sibuk mencari celanya sendiri dan memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki…

Di saat wanita bumi lebih mudah menangis karena patah hati dengan pacarnya…

Bidadari akan menangis ketika gejolak hatinya dicemburui Allah…

Di saat wanita bumi sering mengeluh ketika menghadapi masalah..

Bidadari akan kuat tetapi seiring dengan kepasrahan diri pada Allah..


Di saat wanita bumi hanya meratapi kekurangan diri..

Bidadari tak akan diam..

dia bergerak agar kekurangan yang dimilikinya tak mematikan kesempurnaan dirinya yang lain…

Dia akan terus bergerak..bergerak…

bahkan mampu melebihi orang yang punya kelebihan di atas darinya…

Di saat wanita bumi banyak menangis untuk kesia-siaan…

Bidadari bumi akan banyak menghabiskan airmatanya kepada Rabb-nya…

hingga kelak airmata itu dijadikan Allah sebuah telaga di syurga…

Dan di saat wanita bumi memilih jalan pintas untuk memenuhi hajat diri..

Bidadari bumi akan sabar menanti dalam keta’atan dan mengisinya dengan berbenah diri…

Wahai ukhti…

hanya kekuatan diri dan mereka yang bersabar dalam keta’atan yang akan sanggup melewati ini dan menjadi bidadari…

Dan ukhti…masihkah kau mau menjadi bidadari Allah di muka bumi?


Salam Lembut Bidadari...^_^


Keep istiqomah with our Hijab! :-)

Semangat!!
Allohu Akbar!

*Senyum*

(¯`°.•°•.ღ*► 10 wasiat untuk wanita sholehah ◄*ღ .•°•.°´¯)


بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

1. Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Wahai hamba Allah..! jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata:Aku mohon ampun kepada Allah! itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:

- Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.

- Duduk di majlis ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum’ah.

- Menjelekkan dan mengejek orang lain. Allah berfirman :”Wahai orang-orang yang briman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan(QS. Al Hujurat: 11).

- Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram. Rasulullah bersabda: Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya (HR. Muslim).

- Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

- Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda: Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).

- Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.

- Tabarruj (pamer kecantikan) dan sufur (membuka wajah).

- Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.


2. Berupaya mengenal dan memahami suami

Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa–apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah Azza Wajalla).

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda: Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany).

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda: Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali (HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany).

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin Allah).

4. Bersikap qanaah (merasa cukup)

Kami menginginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak.

Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu anhunna. Salah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu?? Ia berkata pada suaminya: “Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka”

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya.

Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6. Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.
Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

7.Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.
Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu’anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyur sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama: Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menanggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).

8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.
Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9. Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).
Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dzalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10. Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan.

Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya: Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya (HR. Bukhary dalam An-Nikah).

Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmatNya. Amin.

Wallahu amlam bish showab…

Kamis, 20 Desember 2012

La illaha illa Allah









يا أختنا...

إنا سمعنا أختنا شيئا عجاب
Wahai ukhti, sesungguhnya kami telah mendengar sesuatu yang aneh

قالوا كلاما لا يَسُرُّ عن الحجاب
Mereka (yang menghina dan mengolok-olok hijab) melontarkan perkataan yang buruk tentang hijab

قالوا خِيَامًا عُلِّقَتْ فوق الرِّقاب
Mereka mengatakan bahwa “hijab adalah tenda-tenda yang digantungkan diatas kepala”

قالوا ظَلاَمًا حالِكًا بين الثِّياب
Mereka juga berkata: “hijab adalah lambang kegelapan diantara semua model pakaian”

قالوا التَّأَخُّرُ والتَّخَلُّفُ في النِّقَابِ
Mereka juga mengatakan: “keterbelakangan dan kekunoan terletak pada cadar”

قالوا الرَّشَاقَة والتَّطَوُّر في الغِياب
Mereka juga berkomentar: “kepandaian dan kemajuan terletak pada penanggalan hijab dan cadar”

نادَوْا بِتَحْرِيْرِ الفَتَاةِ وألَّفُوْا فيه الكِتاب
Mereka mengajak kepada kebebasan wanita dan mengarang buku tentang kebebasan itu

رَسَمُوْا طريقًا لِلتَّبَرُّجِ لا يُضَيِّعُه الشَّبَاب
Mereka membuka jalan menuju tabarruj yang merusak para pemuda

يا أختنا هم ساقطون إلى الحَضِيضِ إلى التراب
Wahai ukhti, sesungguhnya mereka (yang mengolok-olok hijab dan cadar) adalah orang-orang yang hina

يا أختنا صبرًا تَذُوْبُ بِبَحْرِهِ كلُّ الصِّعَاب
Wahai ukhti, bersabarlah terhadap tantangan ini karena ia akan berlalu

يا أختَنا أنتِ العَفِيْفَةُ والْمَصُوْنَةُ بِالحِجَاب
Wahai ukhti, engkau akan selalu suci dan terjaga dengan mengenakan hijab

يا أختَنا فيكِ العَزِيْمَةُ والنَّزَاهَةُ والثَّوَابُ
Wahai ukhti, pada dirimu ada keteguhan, kesucian dan kemuliaan pahala))

Minggu, 16 Desember 2012

karena Cinta tidak harus berbentuk Bunga


Nasehat untuk saudari''ku muslimah..cintailah suamimu karena Alloh ta'ala, kisah ini ana share untuk para akhwat, agar lebih banyak merenung dan mengerti bahwa suami diam bukan berarti tidak perhatian.... jadilah antum muslimah yg berderajad tinggi di sisi Robbimu al Adzim..tolong dibaca sampai tuntas walaupun agak panjang..

(Karena Cinta Tidak
harus berbentuk bunga)

Aku mencintai suamiku, karena sifatnya yang apa adanya. Aku begitu menyukai perasaan aman dan tentram, yang muncul dihati ketika bersanding dengannya,tiga tahun dalam masa perkenalan, dua tahun dalam masa perkawinan, harus ku akui bahwa mulai timbul rasa bosan dan lelah dengan kehidupan berumah tangga dengannya dan alasan mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Aku seorang wanita yang berjiwa sentimental dan benar-benar sensitive serta berperasaan halus. Aku merindukan suasana romantis seperti seorang anak yang menginginkan belaian. Tetapi semua itu tidak lagi kuperoleh.

Suamiku kini jauh berbeda dari apa yang aku harapkan dulu. Rasa sensitivenya kurang dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkawinan kami, telah memusnahkan harapan tentang kehidupan yang ideal.

Suatu hari aku beranikan diri menyatakan keputusan untuk bercerai:: “Mengapa??”dia bertanya terkejut.
”Aku lelah..kamu tidak pernah memberikan cinta yang aku inginkan.”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam didepan komputernya, Nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan aku semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang dapat aku harapkan darinya??

Dan akhirnya dia bertanya…
”Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”.
Aku menatap matanya dalam dalam dan menjawab dengan berlahan,
“ Aku ada satu pertanyaan, jika kau menemukan jawabannya, aku akan mengubah pikiranku : Seandainya, aku menyukai bunga indah yang ada ditebing gunung, dan kita berdua tau jika kau memanjat gunung itu, kau akan mati. Apakah kau akan melakukannya untukku?”.Diapun termenung dan berkata ,

”Aku akan memberikan jawabannya besok pagi”.
Hatiku langsung gundah mendengar reaksinya

Keesokan paginya suamiku tidak ada dirumah, dan aku menemukan selembar kertas dengan coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat, yang bertuliskan :

“Sayang…aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu. Tetapi izinkanlah aku untuk menjelaskannya alasannya…”

Kalimat pertama ini menghancurkan hatiku, Aku lantas terus membacanya…

“Sayang..kau biasa mengggunakan computer, dan selalu menghadapi masalah kerusakan program didalamnya dan akhirnya menangis didepan monitor, Aku harus memberikan jari-jariku supaya dapat membantumu dan memperbaiki programnya”

“Kau selalu lupa membawa kunci ketika keluar rumah, dan Aku harus memberikan kakiku supaya dapat menendang pintu, Dan membuka pintu untukmu ketika pulang..”

“Kamu senang jalan-jalan keluar kota dan sering tersesat ditempat-tempat baru yang kamu kunjungi..Aku harus menunggu dirumah dan membantumu agar dapat memberikan mataku untuk menjelasakan jalan melalui peta”

“Kamu selalu kelelahan saat pergi dengan teman baikmu setiap bulan, dan Aku harus memberikan tanganku untuk memijit kakimu yang terkilir.”

“Kamu seorang yang senang diam dirumah, dan aku selalu khawatir kamu akan menjadi “aneh” dan aku harus membelikanmu sesuatu yang dapat menghiburmu dirumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami..”

“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu..Aku harus menjaga mataku, agar ketika kita tua nanti, Aku masih dapat menolong memotong kukumu dan mencabuti ubanmu..”

“Tangan akan memegang tanganmu, membimbingmu menyusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah, menceritakan warna warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”

“Tetapi sayangku…Aku tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, aku tidak sanggup melihat matamu mengalir menangisi kematianku..”

“Sayangku..aku tau diluar sana ada banyak orang yang mampu mencintai lebih dari aku mencintaimu..”

“Untuk itu sayangku..jika semua yang telah kuberikan dengan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu..”

“Aku tidak dapat menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakanmu..”

Air mataku jatuh diatas tulisan dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi aku berusaha untuk membaca selanjutnya.

“Dan sekarang sayangku..kamu telah selesai membaca jawabanku. Jika kau berpuas hati dengan jawaban ini dan tetap menginginkanku untuk tinggal dirumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, aku sekarang sedang berdiri diluar pintu menunggu jawabanmu..”

“Jika kamu tidak puas sayangku…biarkan aku masuk untuk mengambil barang-barangku, dan aku tidak akan menyusahkan hidupmu lagi..”

“Percayalah…kebahagiaanku adalah KAU BAHAGIA”

Aku segera berlari membuka pintu dan..melihatnya berdiri didepan pintu dengan wajah sendu sambil tangan memegang susu dan roti kesukaanku…

:'( yaa Alloh ampunilah hambamu yg dhoif ini... kini baru aku tau tidak ada orang lain yang pernah mencintaiku lebih dari dia mencintaiku tapi aku tak sadari itu sebelum nya.... oh suamiku maafkan lah aku..

SubhanaAllah, entah mengapa aku selalu menangis ketika membaca renungan ini,ketika rasa sentiment seorang wanita sedang menyala dan laki-laki yang tak pandai dalam berkata apa yang sebenarnya mereka rasa membuat kami harus mengerti dan memahami nya, hingga ia mengatakan kejujuran dengan waktu..

Dan kami harus bersabar karenanya, renungan ini, membuat ku sadar akan pentingnya sebuah alasan, kami wanita tidak boleh egois dengan perasaan kami,karena sesungguhnya laki-laki itu lebih memahami kami, dan mencintai kami apa adanya.

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam,Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Muhammad SAW sebaik-baik rasul, juga kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

Ma'a tahiyyat Wassalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Minggu, 02 Desember 2012

1 desember 2012

Sabtu, 1 Desember 2012
_peringatan hari HIV_
(si pengidap HIV)
Aku ini tak ubahnya seonggok sampah.
Ada dan terlihat namun tak sedikit pun mendekat
aku ini tidak bisu.
namun tak ada narasi untuk ku
aku ini tidak tuli
namun satu pun nada, tak mampir ditelinga ku
teruskan lah! pergilah menjauh!
terus saja,biarkan aku dengan kehinaan ku sendiri disini!
kalian semua seperti manusia, yang kehilangan hati nurani.
sumpah serampah yang baru kau ucap??
Kami peduli, Kami mengerti dan Kami memahami.
tak sedikit pun pula mata kamu memalingkan diri dari keberadaan ku.
sudah lah, itu hanya teori.
teori lama yang bosan ku dengar, teori lama yang sempat memberi harapan, dan teori lama yang bodoh bila aku mempercayainya.!!

(si Kontra terhadap pengidap HIV)
benar, katakan sajasegala kebenaran yang ada.
dengan segala ulah mu dimasa lalu.
dan kini, kau hadir dengan kecacatanmu! hah!
hanya untuk mengharap pandangan sayupku?
berani mimpi apa kau berucap begitu!


(si Penasihat)
rangkaian kata berpacu bersama emosi.
sadarlah! didunia ini tidak ada yang benar-benar benar, dan tidak ada yang benar-benar salah!
menurutmu untuk apa tujuan ku membangun rumah itu?
bila tidak untuk menyelamatkanmu!
menurutmu untuk apa petinggi-petinggi itu berorasi dijalan?
bila tidak untuk melindungi hakmu!
yang perlu lakukan, mengisi lembaran baru mu dengan pelangi-pelangi berwarna-warni, bukan dengan sejumlah belati.
dan untukmu pandanglah lukisan wajah itu!
dirimu bukanlah Tuhan!!
sungguh tak pantas memukul palu di meja keadilan!
rangkullah mereka, dan bantulah kami untuk menyelamatkan makhluk Tuhan ini.

Jumat, 30 November 2012

21 Januari 2012

Aku masih ingat betul pertemuan mendadak itu. 
Di Solo ada Lila Bint Fathoni, Fathin Nabilah Utsman. lalu aku dan Fathin Nabilah Utsman pergi berdua untuk pergi ke Klaten, saat itu Lila tidak ikut sebab dia punya acara lain di hari Ahad.
Di Klaten saya bertemu dengan Pelangi Arsy dan Rahma..
dan aku pun bermalam di rumah Pelangi Arsy ^^



Dan tau kah, aku kini rindu dengan mereka.
Hingga terbawa dalam launan mimpi.
Bertemu dengan Fathin Nabila Utsman dan sang Bidadari kecil Kabsyah.

Allah :'(

Kamis, 29 November 2012

I'dad Hari Ini

Hukum I'dad Hari Ini

Abdul Mun’im mengatakan:” Dan I’dad – dengan pengertiannya yang luas – secara hukum syar’I hukumnya adalah wajib ‘aini kepada seluruh umat Islam baik individu maupun secara jama’ah, masing-masing sesuai dengan kemampuannya, karena Alloh tidaklah membebani seseorang kecuali yang ia mampu kerjakan walaupun sedikit kadar dan bentuknya. Sesungguhnya sedikit itu kalau digabungkan antara satu dan lainnya akan menjadi banyak dan kuat dan berarti. 
Syaikh Abu Qotadah pernah ditanya tentang hukum I’dad askari apakah hukumnya fardlu ‘ain bagi orang yang mampu. Beliau menjawab:”Saudaraku yang baik, ketahuilah bahwa jihad hari ini hukumnya adalah fardlu ‘ain bagi setiap muslim yang mampu. Maka jihad melawan orang-orang Yahudi hukumnya adalah fardlu ‘ain begitu pula jihad melawan para thoghut Arab maupun Ajam yang telah mengganti hukum syari’at, menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan, membantu musuh-musuh Alloh dan membunuh orang-orang Islam lantaran mereka berpegang dengan agamanya. Harus diketahui bahwa jihad melawan mereka hukumnya adalah fardlu ‘ain. Maka jika sesuatu hukumnnya fardlu ‘ain, maka pembukaan dan wasilah-wasilahnyapun menjadi fardlu ‘ain pula, sebab wasilah hukumnya sama dengan tujuannya. Sedangkan I’dad adalah wasilah jihad yang tidak mungkin terlaksana kecuali dengannya. Dengan demikian maka I’dad hari ini hukum I’dad adalah fardlu ‘ain bagi setiap muslim yang mampu. Sedangkan I’dad askari adalah termasuk bagian dari I’dad. Akan tetapi pembagian macam-macam I’dad antara umat Islam harus dengan terorganisir dan tertib sehingga setiap orang berada dalam posisi yang sesuai dengan keperluan para mujahidin. Dengan demikian maka posisinya dalam I’dad memenuhi kebutuhan umat Islam di negerinya.” 

Cakupan I’dad

I’dad tidaklah hanyalah sekedar mempersiapkan kekuatan fisik saja, meskipun persiapan fisik sama sekali tidak boleh diremehkan karena rosululloh telah menyatakannya dengan jelas yang tidak mungkin lagi ditakwilkan kepada arti yang lain dan tidak ada yang meremehkannya kecuali orang yang sombong dan ngeyel. Berikut ini hadits-hadits dan pemjelasan para ulama’ tentang I’dad.

عن عقبة بن عامر قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول وهو على المنبر: وأعدوا لهم ما ستطعتم من قوة، ألا إن القوة الرمي،ألا إن القوة الرمي،ألا إن القوة الرمي ) رواه مسلم و أبو داود(
Dari Uqbah bin Amir Dia berkata aku mendengar Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di atas mimbar setelah membaca وأعدوا لهم ما ستطعتم من قوة "ketahuilah bahwasanya kekuatan itu adalah melempar, bahwasanya kekuatan itu adalah melempar, bahwasanya kekuatan itu adalah melempar.
ستفتح عليكم أرضون ويكفيكهم الله فلا تعجز أحدكم أن يلهو بسهمه
"Kelak akan ditaklukkan untuk kalian negeri-negeri, dan Allah mencukupkan atas kalian, maka janganlah salah seorang diantara kalian merasa malas uantuk mempermainkan panahnya." (HR.Muslim)
كل  شيئ يلهو به الرجل باطل إلا رميه بقوسه وتأديبه فرسه وملاعبته أهله فإنه من الحق
"Segala sesuatu yang dijadikan pemainan seseiorang adalah batil (sia-sia) kecuali seorang yang memanah dengan busurnya, seorang yang melatih kudanya dan seorang yang bersendau gurau dengan istrinya, sesungguhnya ia termasuk perkara yang haq." (Dikeluarkan oleh At Turmudzi no 1637 dalam fadzilah jihad)
Telah berkata Amirul Mukminin Umar bin Khotob radhiyallahu ‘anhu.
علموا أولادكم الرماية والسباحة و ركوب الخيل
"Ajarilah anak-anakmu melempar, berenang dan mengendarai kuda."
عن قيس بن أبي حازم قال: رأيت خالد بن الوليد يوم اليرموك يرمي بين هدفين ومعه رجال من أصحاب محمد صلي الله عليه وسلم قال: وقال أمرنا أن نعلم أولادنا الرمي والقرآن ( رواه الطبرانى وفيه المنذر بن زياد الطائي وهو متروك(
Dari Qois bin Abi Hazim berkata: "Saya melihat Kholid bin Walid pada perang Yarmuk melempar antara dua jarak dan bersamanya orang-orang dari sahabat Rosulullah Saw. Dia berkata: "Kami diperintahkan untuk mengajar anak-anak kami melempar dan mempelajari Al Qur an." 
Abu Syaikh dan Ibnu Mardawih mentakhrij dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang firman Allah Ta’ala:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَاسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
 “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka apa yang kalian mampu dari kekuatan “ ( Al Anfal  8: 60 ) . Yakni: Melempar, pedang dan senjata.
Ibnu Ishaq dan Ibnu Hatim mentahrij dari Abdullah bin Az Zubair radhiyallahu ‘anhu menjelaskan ayat di atas, beliau berkata: "Allah memerintahkan mereka mempersiapkan kuda perang”. Sedang menurut Ikrimah R.A: "Kekuatan dari kuda-kuda jantan dan kuda betina”. Pendapat ini sama dengan pendapat Mujahid.
Menurut Sa'id bin Musayyib, kekuatan kuda sampai anak panah dan yang lainya.
Dari kesemua pendapat di atas sangat mencerminkan kondisi kehidupan mereka dimana waktu itu kuda, pedang, panah adalah alat-alat yang efektif untuk berperang. Sehingga mereka menekankan untuk memepersiapkan hal-hal tersebut.
I’dad tidaklah sebatas latihan-latihan kemiliteran saja, dengan seperangkat alat-alat dan persenjataannya untuk menghadapi musuh, hal ini hanya masuk dalam satu sisi saja. Dan I’dad memiliki arti yang sangat universal.
Sudah menjadi sebuah keharusan bagi umat Islam agar tinggi di hadapan umat-umat lainnya dalam semua sisinya. Karena Islam memiliki fungsi untuk mengeluarkan manusia, memberikan petunjuk, dan memimpin mereka untuk menempuh jalan Allah ta’ala. Fungsi ini menuntut umat islam menjadi umat yang tinggi dari umat-umat lainnya. Indifidunya yang memilki kapabelitas yang tinggi, masyarakatnya yang berpotensi dalam berbagai aspek keilmuan; Ilmu siasy, sosial, ekonomi, kemiliteran dan lainnya. Dan dari sisi ilmu alam; ilmu kedokteran, falaq, perdagangan, dan lainnya. Itu semua akan saling melengkapi. Dan tidak mungkin umat ini akan bangkit dan tinggi di hadapan umat lainnya atau memeroleh barokah umat-umat terdahulu dalam hidupnya bilamana belum memenuhi standar ilmu sosial dan ilmu alam.
Dari sinilah umat Islam harus menyadari, bahwa sudah menjadi sebuah kewajiban mempersiapkan semua aspeknya dalam kehidupan tanpa mengesampingkan yang lainnya. Walaupun pada waktu tertentu ada sisi yang lebih diutamakan dari yang lainnya.
Maka harus disiapkan kader yang membidangi siyasah syar’iyyah, yang sesuai dengan petunjuk kitab dan sunnah. Juga disiapkan kader yang membidangi dalam ilmu ekonomi, ilmu pengajaran dan pembelajaran, ilmu kedokteran dan yang paling utama adalah mempersiapkan kekuatan di bidang militer. Yang kesemuaannya harus disiapkan dengan tidak mengesampingkan satu sisi pun.
Abdurrohman bin Nasir Ali Sa’di –rahimahullah- telah berkata:”Bahwa wajib mempersiapkan segala kekuatan dan waspada dari mereka musuh-musuh Allah. Sebagaimana firman Allah ta’ala:
وَأَعِدُّوا لَهُم مَّااسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَتَعْلَمُونَهُمُ اللهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَاتُنْفِقُوا مِن شَىْءٍ فِي سَبِيلِ اللهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَتُظْلَمُونَ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alla niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (Al-Anfal:60)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انفِرُوا جَمِيعًا
“Hai orang-orang yang beriman, bersiapsiagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!.” (an-Nisa’: 71)
Mengomentari dua ayat diatas, Syaikh Abdurrohman bin Nasir Ali Sa’di  -rahimahullah-  berkata:” Dua ayat di atas mencakup segala usaha atas orang muslim untuk membendung serangan musuh dan membekukannya, yaitu dengan I’dad (persiapan) yang matang ; dari kekuatan akal, dan siasat maknawi dan madzi yang mencakup di dalamnya ; belajar seni perang dan aturan dasar militer, adanya para pemimpin-pemimpin perang, gudang persenjataan