Sabtu, 28 April 2012

Crazy


Lihat
Lihatlah keluar pada pohon-pohon el
ok nan rindang itu
Yang bersinar dalam jatuhan air-air langit

Lihat
Lihatlah keluar pada tanah gembur itu
Yang lembab dihantam tirta yang menggenang

Lihat
Lihatlah keluar menuju taman yang dipenuhi ilalang
Yang tak pernah katakan mengapa kita tidak perlu membagi tangisan

Sekarang, lihat
Lihatlah di luar jendela kamar seperti bekas tapak kaki yang mulai menghilang
Yang jatuh ketika hujan deras diatasnya mengelilingi
Semua itu hanya untuk melepaskan genggaman kecilmu
Pada hujan di awal musim
Yang begitu deras membanjiri peluh raga berbicara
Apakah akan pernah ada kesempatan yang berikutnya?
Seperti sebuah panggilan baru untuk bercinta pada hujan di awal musim
Yang terdengar dari luar bilik jendela kamar
Tanpa pernah katakan berpisah

Sang Penyusup dalam Gerakan Islam


SALAH SATU unsur yang barangkali perlu diperkuat bagi kalangan Islam Pergerakan adalah kewaspadaan. Hal ini penting, karena bila kurang waspada, gerakan Islam yang semula murni memperjuangkan syari’at, bisa berbelok arah tanpa terasa. Karena, ada penyusup yang larut bagai garam di dalam sayur. Belum tentu bisa terlihat, namun sudah pasti bisa dirasakan.
Kewaspadaan bukanlah kecurigaan atau berburuk sangka (su’udzon). Inilah yang sering disalahartikan. Sehingga, kurang waspada disamakan dengan berbaik sangka (husnudzon). Kewaspadaan sangat terkait dengan tingkat kecerdasan dan kehati-hatian. Semakin tinggi tingkat kecerdasan dan kehati-hatian seseorang, semakin tinggi pula tingkat kewaspadaannya. Artinya, kewaspadaan itu ada alasan-alasan rasional, berbeda dengan kecurigaan.
Pada masa-masa sebelumnya, sudah terbukti, bahwa ke dalam gerakan Islam sering hadir penyusup tanpa diundang. Misalnya, dalam kasus Jama’ah Imran di tahun 1980-an ada penyusup bernama Najamuddin. Menurut Umar Abduh dalam artikel lepasnya berjudul Kasus Jama’ah Imran 1980-1981, Najamuddin sudah disusupkan sekitar tiga bulan setelah terbentuknya Jama’ah Imran.
Najamuddin tidak sekedar menyusup tetapi membawa setumpuk dokumen yang dikatakannya dari Mabes ABRI dan CSIS. Isinya, agitasi yang saat itu belum disadari. Tidak sekedar agitasi dan provokasi, Najamuddin juga menjanjikan bisa mensuplai senjata api. Lebih jauh, ia merancang penyerangan kantor Kosekta 65 Bandung (11 Maret 1981). Akibatnya, sejumlah jama’ah Imran bin Muhammad Zein ditangkap.
Upaya pembebasan jama’ah Imran yang ditangkap aparat berkembang hingga menjadi pembajakan pesawat Garuda Indonesian Airways yang kemudian dikenal dengan Kasus Pembajakan Woyla (28 Maret 1981). Belakangan identitas Najamuddin terkuak, sehingga ia dihabisi oleh kawan-kawan Imran bin Muhammad Zein.
Sosok penyusup tidak selalu memprovokasi targetnya untuk melakukan tindakan radikal, namun bisa saja sekedar menghimpun data dan informasi, seraya terus memantau perkembangan lembaga yang disusupinya. Kemudian, melaporkan temuannya itu kepada lembaga yang menugaskannya.

Selasa, 13 Maret 2012

Imunisasi, siasat Yahudi Lumpuhkan Generasi..

*repost dari FB*




DEFINISI VAKSIN ATAU IMUNISASI

Pengertian Vaksin secara umum adalah suatu bahan yang di yakini dapat melindungi orang terhadap penyakit. vaksin di buat dari VIRUS atau BAKTERI PATHOGEN yang menyebabkan terjadinya penyakit. konon sedikit bahan pathogen yang di siapkan lalu di suntikkan ke dalam tubuh sehingga dapat membantu memerangi penyakit yang lebih ganas atau di dapat dengan cara alami. tujuan utama vaksin adalah merangsang pembentukan anty bodi dengan konsentrasi yang cukup tinggi untuk menghentikan perjalanan pathogen sehingga mencegah mereka dari terjangkitnya penyakit.

Pada dasarnya Vaksinasi atau imunisasi adalah usaha merangsang daya tahan tubuh seseorang dengan MEMASUKKAN BIBIT PENYAKIT YANG SUDAH DI LEMAHKAN dan di Proses dengan bahan lain. di masa lalu vaksinasi menggunakan banyak bahan dasar serum binatang, namun penggunaan ini di larang lantaran dampak buruknya yang tak terbendung. lantas vaksin di modernisir dengan BAHAN DASAR BAKTERI DAN VIRUS. Bila di sederhanakan menurut ahli farmasi, dan tanaman obat Universitas Indonesia Dr Abdul Mu'nim, Vaksinasi atau imunisasi adalah usaha untuk memancing daya tahan atau pertahanan tubuh dengan bahan bahan tersebut.

Dengan demikian, sesungguhnya Vaksinasi atau imunisasi TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan peningkatan daya tahan tubuh. mengingat fungsinya HANYA MERANGSANG ATAU MEMANCING sejauh mana daya tahan tubuh seseorang. karena itu yang di lakukan pada umumnya hanya merangsang daya tahan tubuh dari penyakit tertentu dengan BIBIT PENYAKIT SEJENIS.

Contohnya untuk menguji daya tahan seseorang terhadap virus meningitis DENGAN MEMASUKKAN VAKSIN DARI BIBIT PENYAKIT MENINGITIS. Contoh lain, untuk menguji daya tahan seseorang terhadap penyakit cacar, maka DI MASUKKAN ATAU DI SUNTIKKAN VAKSIN DARI BIBIT PENYAKIT CACAR, dan begitu seterusnya.

ANALOGINYA : BAGAIMANA KITA AKAN MEMBASMI TIKUS DI RUMAH KITA, APABILA KITA JUSTRU MEMASUKKAN TIKUS KE DALAM RUMAH KITA. ATAU BAGAIMANA KITA INGIN TERBEBAS DARI GANGGUAN SYAITON APABILA KITA JUSTRU MEMASUKKAN SYAITON KE DALAM TUBUH KITA ? ( RENUNGKANLAH ).

Sementara itu pengasuh klinik sehat dr Agus Rahmadi, mengatakan vaksinasi pada prinsipnya melatih tubuh untuk membentuk sistem pertahanan terhadap mikroorganisme tertentu dengan cara menggunakan mikroorganisme tertentu yang di lemahkan.namun perlu di ingat, bahwa sistem imunitas kita perlu di booster ( di latih ) berulang ulang supaya sistem pertahanan tubuhnya selalu siap bila seandainya ada mikroorganisme yang masuk.

Antara Hongkong, Afghanistan dan Indonesia

Seorang Insan Atheis, manusia yang berlumut dosa itu, menjadi Insan Mujahid yang merengkuh kesyahidan di tengah gelombang cinta.


Sebuah tulian karya Yulianna.


SINOPSIS:


 “Hidayah Ilahi di Dada Britney”

Berkisah tentang drama percintaan Britney Lee Jiying (wanita blasteran Kanada dan Hong Kong) dan Stanley Rudo (lelaki berdarah Jerman dan Hong Kong). Setelah mendapat hidayah Masuk Islam, Britney melakukan studi Islam di Indonesia. Sedangkan Stanley yang patah hati, mengikuti jejak pacarnya, masuk Islam melalui bimbingan Islamic Centre Hong Kong, kemudian memutuskan menjadi mujahid di Afghanistan.

Sepuluh bulan kemudian, drama percintaan yang putus kembali tersambung, setelah keduanya bertemu kembali dalam keadaan sama-sama Muslim.



 “Cahaya Cinta Steven”

Berkisah tentang kehidupan seorang TKW lesbi di Hong Kong. Setelah bertaubat, dia putuskan semua hubungan dan atribut kelesbiannya, dan ingin menebus segala dosa dengan taubat nasuha, memperdalam Islam di pesantren. Cita-citanya kandas karena ia meninggal tragis di perjalanan menuju pertaubatan. Kematiannya menuju pertaubatan itu, menginspirasi para lesbi lainnya untuk mengikuti jejaknya.



“Pesona Gadis Kabul”

Berkisah tentang hijrahnya dua kakak beradik warga Hong Kong, melalui pertemanan dengan seorang imigran asal Pakistan. Kisahnya berliku-liku karena ada romantika cita dan cinta.

“Engkau Bukan Teroris Nak”

Berkisah tentang ketegaran seorang buruh migran di Hong Kong, dalam memegang prinsip Islam. Dengan pakaian islami dan niqab yang dipakainya, ia sering diolok-olok bahkan dituding teroris. Kisah heroiknya dalam membela kaum tertindas, membuka mata dunia bahwa ia bukan teroris, melainkan pahlawan sejati. Ia yang rela mengorbankan nyawanya, mati tertembak peluru, untuk membela orang-orang yang disandera perampok.



==================================================.

Minggu, 11 Maret 2012

Cintaku utuh, tak tersentuh..

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..
Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah? 
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain… Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..

Jumat, 24 Februari 2012

Note Kawan

Assalammualaikum Warahmatulahi wabarokatuh,


Akhi, untuk kesekian kalinya kita bercakap-cakap. Walaupun tida saling bertatap muka, walaupun isi pembicaraannya tidak melewati batas2 kewajaran, tapi hati merasakan sesuatu. Sejujurnya, dihati ini aq menolak. Aq takut dibalik niat baik kita tsb (Insya Allah), syeitan selalu menanti kelengahan kita. Aq takut, yang semula niat suci hanya untuk minta keridhoan Allah Ta'ala, tercemari oleh nafsu-nafsu dunia.
Dibalik percakapan-percakapan tsb, timbul rasa senang. Syeitan sudah memasang perangkapnya di hati ini. Aq takut hati yang semula ikhlas, menjadi timbul penyakit-penyakit hati. Sedangkan Allah Ta'ala telah berfirman:
"Dan janganlah kamu dekati zina sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu yang buruk." (Al-Isra:32)

Dulu, hati ini pernah mengalami hal seperti itu. Sekarang aq ingin menata hati ini yang telah terpecah-pecah hanya untuk mengharap ridhoNya. Mungkin antum bisa menjaga hati antum. Tapi aq? Aq butuh perjuangan keras agar jangan sampai terjatuh untuk ke dua kalinya. Padahal aq sudah meminta antum agar bisa membicarakan persoalan melalui email. Dengan email, hanya pokok persoalan saja yang tertuang, Tidak ada senda gurau, kalaupun ada mungkin hanya sebuah simbol senyum. Awalnya, antum terima saran aq ini. Selanjutnya mungkin antum lupa pesan aq tsb. Aq hanya bisa bersuudzan, karena hanya alternatif 'lupa' itu saja yang bisa aq temukan. Karena aq teringat akan sepotong kalimat:
"Berikan penafsiran terbaik ttg apa yang engkau dengar, dan apa yang diucapkan saudaramu, sampai engkau menghabiskan semua kemungkinan dalam arah itu."

Akhi, kalau memang sudah ditakdirkanNYa, saat-saat itu hanya beberapa bulan lagi. InsyaALlah. Bersabaralah akh, janganlah antum torehkan sebersit garis hitam selama penantian itu. Aq yakin, antum tidak bermaksud untuk menorehkan noda itu. Kelak, bila masa tsb telah tiba, semuanya milik antum. Yang dulunya diharamkan oleh Allah Ta'ala, menjadi halal bagi antum. Tetapi tunggulah untuk beberapa saat. Sebentar lagi. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui suatu ikatan, Allah Ta'ala memberikan banyak keindahan n kemuliaan.

Akhi, semula aq menerima antum karena dien yang antum miliki. Bukan karena harta atau keluarga antum . Aq ingin kelak antum bisa membimbing aq untuk selalu bisa berjalan dijalanNya. Aq ingin kelak bisa berdakwah bersama antum. Aq ingin.. ingin... dan semua keinginan muncul, setelah antum meminta kesediaan aq untuk menemani antum dalam menempuh kehidupan ini. Aq khawatir, semuanya akan kandas ditengah jalan sebelum masa tsb telah tiba. Tentu antum tidak mengharapkan hal itu terjadi. Bantu aq akh, bantu untuk tidak terlalu sering berhubungan. Hati ini masih rapuh sekali, retakan2 hati ini masih basah, belum merekat dengan erat. Jangan sampai retakan-retakan itu kembali menjadi puing-puing. Sungguh, sulit sekali untuk menatanya lagi.

Akhi, aq mohon periksalah hati ini. Sudahkan niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridho Allah Ta'ala? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai dengan harapan? Allah Ta'ala Maha Pengampun akh, menangislah mohon ampunan apabila niat tsb sudah berubah kejalannya syeitan. Istighfar akhi. Aq juga berkaca di diri ini, mungkin tindakan q selama ini salah. Membantu antum merasa yakin atas tindakan antum sendiri.
Afwan akhi, bukan maksud q menjerumuskan antum ke jalan syeitan. Aq juga ber-istighfar dan mohon ampun ke Yang Maha Besar AmpunanNya dan Maha Pedih siksaanNya atas kesalahan yang tidak aq sadari ini.

Malam ini, aq bermunajat kepadaNya. Mohon diluruskan jalan yang akan aq tempuh. Mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah aq lakukan sebagai makhluk yang tidak luput dari segala kealpaan. Ya Rabbi, bersihkan hati ini dari kotoran-kotoran yang membuat hamba lalai dalam beribadah. Dari kejahatan-kejahatan yang terselubung yang tiada hamba sadari. Ampuni hamba ya Allah.
Aamiin.

Akhi, semoga ini mewakili aq yang tidak berani untuk menghubungi antum. Dan semoga antum mengerti alasan mengapa selama ini aq jarang sekali untuk memulai suatu pembicaraan. Sekali lagi afwan, bila hal ini menganggu antum, ini semata2 aq lakukan buat kemaslahatan kita bersama.

Jazakallah khairan katsira.

Wassalamu'alaikum warohmatulahi wabarokatuh,

Senin, 20 Februari 2012

Islam Agama Realistis

Apa pendapat kalian jka melihat gambar d bawah ini ?? ini adalah 1 dari sekian juta anak2 yg menjadi korban kebiadaban org2 kafir !!!
masihkan anda mengatakan bahwa "ISLAM ITU CINTA DAMAI" / "ISLAM ITU MENGAJARKAN PERDAMAIAN"... "ISLAM ITU RAHMATAN LIL 'ALAMIN"... "ISLAM ITU MENGAJARKAN BERLEMAH LEMBUT"


Ada agama Islam atau tidak di muka bumi, manusia sudah saling bunuh. Islam membolehkan bahkan mengharuskan membunuh manusia dengan alasan yang benar dan dalam kondisi yang memenuhi persyaratan. Orang-orang barat yang naif merasa bahwa agama Islam kejam dengan berbagai alasan. Mereka menganggap kejam hukuman potong tangan bagi pencuri, rajam bagi suami / istri yang berzina, hukum bunuh bagi yang murtad, dll. Padahal mereka sendiri membunuhi manusia tanpa alasan dengan kejam di berbagai tempat di muka bumi. Demi ideologi setan imperialisme kapitalisme mereka. Bangsa-bangsa di afrika, bangsa arab telah merasakan sedikit maupun banyak penyiksaan, perbudakan, pembunuhan ugal-ugalan manusia di muka bumi.
Islam membolehkan bahkan mengharuskan umat Islam sebagai satu negara Islam / daulah Islam melakukan jihad ofensif dengan terpenuhinya kondisi-kondisi yang menjadi syarat. Melakukan penyerangan tanpa harus diserang terlebih dahulu. Melakukan penaklukan daerah lain. Membunuh tentara musuh dalam perang yang diinisiasi oleh Islam untuk kepentingan dakwah Islam. Islam adalah agama yang benar. Agama yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa untuk manusia di bumi. Segala perintah dan larangan Sang Pencipta adalah untuk kejayaan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [QS (2) Al Baqarah : 216]

Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. [QS (9) At Taubah : 13]

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. [QS (47) Muhammad : 35]